Selasa, 24 Januari 2012
Batu Alam Untuk Dekorasi Interior?
Hal-hal yang bersifat alami dan natural tidak akan pernah ketinggalan zaman dan secara periodik akan selalu menjadi trend setter kembali, karena alam adalah inspirasi terbesar manusia. Alam dan sifat naturalnya adalah bingkai mozaik keindahan ciptaan-Nya.
Sejuknya pemandangan alam pegunungan dan indahnya pemandangan tebing dan bebatuan, dapat dihadirkan atmosfernya pada ruangan. Dekorasi batu alam pada salah satu bidang dinding ruangan anda, bisa jadi salah satu ide untuk menstimulus otak anda jadi rileks. Biarkan batu alam dengan bentuk, warna dan teksturnya menghias interior ruangan pavorite keluarga.
Batu alam sekarang ini banyak di jual di depo bahan bangunan, ada beragam jenis batu alam mulai dari batu palimanan, batu candi, dll, dengan beragam bentuk dan warna. Anda dapat memilih sesuai dengan suasana dan atmosfer yang ingin anda ciptakan. Misalnya untuk dekorasi bernuansa terang pilih batu palimanan yang berwarna cream cerah.
Berikut ini tips mendekorasi batu alam pada dinding ;
Pilih bidang dinding yang dapat dijadikan focus dan vocal point pada ruangan
Batu alam dapat di pasang menutupi semua salah satu bidang dinding, atau membingkai batu alam dengan ukuran tertentu pada dinding. Beri bingkai kayu, stainless steel, profil beton, dll.
Pilih bentuk dan jenis batu alam sesuai dengan kesan yang ingin ditampilkan. Misalnya kesan minimalist; pilih batu alam dengan bentuk persegi panjang yang disusun melintang pada dinding dan berwarna gelap. Kesan natural; pilih batu alam pipih yang bentuknya acak, dll
Beri lapisan coating transparan pada batu sehingga debu dari batu tidak jatuh, ada dua pilihan coating; efek mengkilat atau dof.
Beri efek down light pada titik-titik tertentu pada batu alam, agar terkesan tiga dimensi, dan lebih dramatis.
NOSTALGIA KOLEKSI VINTAGE
Bernostalgia dengan masa lalu selalu menyenangkan, selalu ada memori indah ataupun memori yang tidak dapat dilupakan dari masa lalu. Itu sebabnya lagu-lagu legend selalu mempunyai penggemar fanatiknya. Demikian halnya dengan benda-benda antik dan vintage, benda –benda ini telah menjadi collector item untuk para pencinta fanatiknya. Barang-barang pecah belah rumah tangga seperti peralatan makan, perkakas, electronik hingga alat transportasi seperti sepeda, sepeda motor hingga mobil dari masa lalu tidak luput dari incaran para pengagum benda-benda vintage. Selain nilai artistiknya ,Ada kenangan yang tinggal pada benda-benda tersebut yang membawa kolektornya kembali kesuasana dulu.
Koleksi benda-benda vintage dapat ditata menjadi bagian dari dekorasi interior ruangan.
Berikut ini tips mendisplay koleksi benda vintage anda :
Kelompokkan benda-benda berdasarkan fungsinya, misalnya benda peralatan makan diatur dalam satu display rak disudut tertentu dari ruangan.
Desain rak atau lemari penyimpanan koleksi vintage anda dengan sederhana, dan dengan warna netral sehingga koleksi vintage anda tetap jadi focus.
Koleksi berukuran besar, seperti sepeda onthel, dapat ditempatkan disudut ruangan.
Rambu lalu lintas, poster , atau iklan vintage , tempatkan didinding polos sehingga ia menjadi focus.
Untuk koleksi benda vintage yang fungsional, seperti sarung bantal, meja, lampu gantung, kipas angin dll, dapat langsung dan menjadi bagian yang fungsional dari ruangan.
Selamat berkreasi..!!
Kamis, 22 Desember 2011
Furniture Lawas
Furniture lawas atau antik memang tidak akan pernah kehilangan zaman. Semakin langka dan tua furniturenya maka semakin mahal pula harganya. Tidak heran jika furnitur lawas banyak diperjual belikan dan di jadikan kolektor item bagi pencintanya, yang dapat dijual suatu saat dengan harga yang lebih mahal lagi.
Ciri khas dari furniture lawas yang tidak bisa ditandingi oleh furniture sekarang adalah material kayunya yang terbukti berkualitas dan tidak dimakan rayap, dan design etnik yang syarat dengan nilai seni dan budaya.
Furniture lawas dapat digabungkan dengan furniture modern lainnya, yang menjadikannya aksen pada ruangan. Dalam hal ini furniture akan menjadi center point pada ruangan anda. Agar furniture antik anda tetap menjadi vocal point, pilih furniture modern disekelilingnya yang berwarna netral seperti warna off white, beige dll.
Pilih upholster batik atau corak kain tradisional lainnya pada bantalan kursi lawas anda untuk menambah kesan ethnic yang lebih kental. Sebaliknya apabila ingin kesannya lebih modern, pilih upholster warna-warna cerah sehingga lebih terkesan dramatis dan eksotis, seperti warna orange dan ungu.

Mendekorasi ruangan bertema ethnic dengan menggunakan furniture lawas pada setiap sudut ruangan, adalah hal yang biasa dilakukan oleh para kolektor. Agar dekorasi ruangan tidak membosankan, Padu padankan furniture yang berukiran berat dengan furniture lawas lainnya yang berukiran ringan dengan garis desain yang simple, sehingga furniture-furniture tersebut akan terlihat lebih menarik dan tidak membosankan. Pertegas suasana ethnic dengan detail-detail aksesories seperti standing lamp kuno pada sudut-sudut ruangan, latar lukisan ethnic, patung tradisional dan karpet ikat / tenun traditional pada lantai.
Dengan mengkoleksi dan merawat furniture lawas berarti anda juga telah menjaga seni budaya bangsa.
Selasa, 20 Desember 2011
Greenwall

Green wall atau dinding hijau sekarang ini telah menjadi trend sebagai elemen arsitektural untuk eksterior bahkan untuk interior. Seiring dengan perkembangan isu pemanasan global, gerakan penghijauan semakin gencar disosialisasikan. Gedung dan rumah yang memiliki KDB (Koefisien Dasar Bangunan) hampir 100% menutupi lahahan disarankan untuk menyiasastinya dengan membuat roof top garden (taman diatap bangunan) dan green wall agar kontribusi lahan terhadap penghijauan tidak sampai hilang.
Jenis tanaman yang dapat dijadikan green wall adalah tanaman merambat. Untuk eksterior, tanaman merambat ini sangat efisien menutupi bidang dinding. Daunnya yang rapat dapat menutupi pori-pori dinding sehingga panas matahari yang mengenai dinding dapat diredam. Menurut penelitian di Jepang keberadaan rooftop garden dan green wall ini dapat menurunkan suhu lokal sampai 2 derajat celcius!
Green wall menjadi sangat menarik dalam interior karena dapat meredam ‘keras’nya ruangan sehingga terasa sejuk dan alami serta menyegarkan pandangan.

Berikut ini tips Membuat Green Wall untuk interior :
Syarat mutlak, Pastikan ruangan yang digunakan mempunyai sirkulasi udara yang lancar dari dan keluar ruangan.
Pilih bidang dinding yang akan di jadikan Green wall, buat pattern tempat tumbuhan merambat dari jalinan kawat, besi atau kayu.
Buat pot tanaman dibawah dinding sebagai media tanam tumbuhan, isi tanah yang mengandung kadar air dan hara yang cukup. Tingkat keasaman tanah yang cocok adalah PH 7
Media tanam dapat juga dibuat dalam polyback, kumpulan polyback dengan tanaman disusun dalam pattern sehingga daunnya menutupi semua bagian dinding. Untuk media tanam jenis ini tidak harus menggunakan tanaman merambat.
Contoh tanaman merambat anatara lain seperti Dollar plant, Sirih (Piper Helix), Ivy (Hedera Helix) dan lain-lain. Tanam dengan jarak 20 cm untuk yang berdaun kecil dan jarak 50 cm untuk yang berdaun lebar.
Beripupuk kandang serta siram sekali sehari.
Beri penerangan lampu downlight untuk mengekspose tekstur daun
selamat mencoba..!
(seperti yang telah dimuat ditabloid hunianku, edisi desember)
Rabu, 07 Desember 2011
BED DRAWER

Tak bisa dipungkiri hampir setengah dari kegiatan kita dirumah dihabiskan dikamar tidur. Kamar tidur yang rapi dan bersih selalu menjadi dambaan karena menjadikan kita betah dan nyaman untuk beristirahat. Namun seiring dengan makin kompleksnya kegiatan di kamar, kebutuhan akan ruang tempat penyimpanan barang dan pernak-pernik semakin besar. Tidak jarang kita menemui kamar penuh dengan sesak dengan berbagai perlengkapan seperti pakaian,aksesories ,produk kecantikan hingga suplemen obat-obatan tergeletak begitu saja di meja dan berbagai sudut kamar.
Kebutuhan akan ‘storage’ atau tempat penyimpanan dikamar tidur sangat besar untuk menyimpan rapi bergai macam perlengkapan, untuk itu perlu disiasati berbagai macam bentuk storage seperti lemari dan laci diberbagai furniture dikamar. Salah satu bidang terluas yang ditempati oleh furniture di kamar tidur adalah tempat tidur atau ranjang. Tempat tidur sering tidak dilirik sebagai alternative tempat penyimpanan, padahal potensinya sangat besar karena banyak memuat perlengkapan untuk disimpan.

Kolong tempat tidur dapat disiasati sebagai tempat penympanan dengan memanfaatkan laci diberbagai sisi bawah tempat tidur. Laci ini dapat menyimpan perlengkapan sehari-hari seperti, kaus kaki,produk kecantikan, aksesories, selimut, pakaian dalam, buku dan lain-lain yang bebannya ringan. Kita harus memepertimbangkan beban rel laci sehingga tidak berlebih. Untuk kamar tidur anak rak ini cocok untuk tempat penyimpanan berbagai macam mainan, sehingga mudah di akses anak untuk mengambil dan menyimpannya dengan rapi kembali.
Untuk kapasitas yang lebih banyak bisa disiasatin dengan memanfaat bagian bawah tempat tidur dengan bukaan dari atas atau kasur diangkat. Storage jenis ini biasanya bukan untuk menyimpan perlengkapan sehari-hari tapi tempat penyimpanan jangka panjang, seperti menyimpan perlengkapan tidur tambahan seperti bantal, selimut, tikar dll, apabila tamu datang. Penyimpanan jenis ini juga relative mampu menahan beban yang lebih besar, karena sistem pembukanya tidak berpengaruh ke beban perlengkapan yang disimpan.
Mari mensiasati berbagai furniture sehingga lebih fungsional!.
SUDUT RUANG DUDUK DI KAMAR TIDUR

Apabila anda mempunyai kamar tidur yang relatif luas, menghadirkan sitting corner adalah ide yang baik untuk anda. Anda dapat duduk ‘leyeh-leyeh’ di single sofa yang empuk, atau bersantai sambil membaca buku atau menonton tv di sitting corner, tanpa takut terganggu.

Berikut ini tips menciptakan ‘sitting corner’ di kamar tidur anda.
- Tentukan sudut yang akan digunakan sebagai ruang duduk dikamar anda, hindari sudut yang menggangu akses sirkulasi dari dan ke dalam kamar.
- Pilih sudut yang mempunyai view keluar (dekat dengan jendela), agar lebih leluasa duduk sambil melihat pemandangan keluar.
- Pilih single sofa atau lounger yang empuk, serta mempunyai desain dan material sesuai dengan tema ruangan. Ada banyak pilihan mulai dari yang bergaris simple sampe yang berukiran gaya classic.
- Lengkapi sofa dengan bantal-bantal kecil dengan warna upholster yang senada dengan sofa atau pilih warna ‘mencolok’ apabila ingin menjadikannya aksen ruangan.
- Tambahkan meja kecil bulat disamping sofa, untuk meletakkan vas bunga table lamp dan cangkir kopi anda.

- Untuk anda yang senang membaca tambahkan standing lamp atau table lamp untuk penerangan downlight.
- Agar kesannya lebih meruang dan tegas, tambahkan lukisan disudut belakang sofa. Pilih lukisan yang mempunyai gradasi warna yang senada.
RAK DISPLAY DI KAMAR TIDUR

Kamar tidur sekarang ini ditengarai bukan hanya sebagai tempat untuk tidur saja, tetapi berkembang jadi fungsi yang lebih kompleks. Kamar tidur berkembang menjadi ruang multi fungsi sesuai dengan tuntutan manusia modern yang sarat dengan ‘multitasking’nya. Kamar tidur menjelma menjadi ruang tv, belajar, bekerja, tempat menyalurkan hobby dan ekspresi, dll. Kamar tidur sebagai tempat privat, menjadikannya ‘nyaman’ untuk ditata seekspresif mungkin. Itu sebabnya pepatah mengatakan Kamar tidur adalah cerminan kepribadian seseorang.
Buat anda yang senang mengkoleksi buku, pernak-pernik dan atau yang hanya sekedar ingin mengekspose wadah koleksi parfume dan make up, anda dapat mendisplaynya disalah satu bidang dinding kamar. Rak display ini akan menjawab kebutuhan anda akan tempat penyimpanan di kamar tidur tetapi kamar terlihat lebih rapi dan compact serta sekaligus lebih ‘stylist’ dan berseni.
Tips untuk mendesain Rak display di Kamar Tidur :
- Pilih salah satu bidang dinding yang akan dijadikan rak display yang menurut anda cocok menjadi center point. Bidang dinding Headboard tempat tidur adalah center point yang paling menarik di kamar tidur.
- Gunakan material dan finishing rak display dan headboard dari material yang sama, lebih menarik lagi menggunakan customized design pada keseluruhan furniture, agar terlihat lebih compact dan menyatu serta dapat disesuaikan dengan dimensi ruangan.
- Gunakan palet warna yang sama antara rak dan dinding, sehingga terlihat menyatu dan rak terkesan bagian dari dinding yang terencana.
- Buat desain rak display dikamar tidur sesederhana mungkin. Hindari bentuk rak yang attractive karena akan ‘mengganggu’ ketenangan kamar.
- Susun koleksi per kategori di rak, lakukan penyusunan berpola agar lebih menarik. Hindari terlalu banyak memajang jenis koleksi karena akan lebih mirip rak display di swalayan. 3 jenis koleksi yang disusun perkategori sudah cukup.
- Gunakan pencahayaan downlight di spot-spot tertentu di rak anda untuk mendapatkan kesan dramatis.
Selamat Mencoba...
Kamis, 06 Oktober 2011
DESK CORNER

Kadangkala pekerjaan kantor yang menumpuk menuntut kita terpaksa untuk membawa pulang pekerjaan kantor kerumah, atau sekarang ini banyak eksekutif yang mengendalikan bisnisnya dari rumah. Hal ini semakin menambah daftar panjang kebutuhan ruang untuk sebuah rumah hunian yang ideal.
Untuk rumah yang mempunyai space yang luas anda dengan leluasa dapat menyisihkan ruangan untuk home office. Tapi lain halnya apabila rumah anda mempunyai luasan yang terbatas, sementara kebutuhan untuk ruang kerja tetap menjadi prioritas. Hal itu sebenarnya tidak akan menjadi masalah apabila kita pandai menyiasatinya dengan menghadirkan ‘desk corner’ atau sudut meja kerja.
Seperti namanya desk work corner hanya membutuhkan salah satu sudut ruangan untuk meletakkan meja, kursi dan lemari arsip. Biasanya sudut ruangan yang digunakan untuk ruang kerja ini adalah ruangan yang sifatnya privat, seperti dikamar tidur agar terhindar dari gangguan pada saat anda bekerja. Akan tetapi apabila kamar tidur anda juga tidak cukup luas, anda dapat memanfaatkan ruangan yang sifatnya semi privat seperti diruang keluarga atau bahkan memanfaatkan space yang jarang digunakan seperti dibawah tangga dll.

MENATA DESK CORNER
Konon meja kerja adalah cerminan dari kepribadian seseorang, dari susunan dan penataannya kita dapat mengetahuitaste sampai profesi seseorang. Secara tak sadar pemilihan furniture dan aksesories serta bagaimana anda menatanya akan menunjukkan kepribadian anda. Misalnya meja kerja seniman yang akan berbeda jauh dengan meja kerja seorang engineer dll.
Furniture yang dibutuhkan untuk menciptakan sudut meja kerja anda adalah ; meja kerja, kursi kerja yang ergonomis, lemari arsip dan aksesories pelengkap seperti jambangan bunga, frame lukisan dll. Pilih furniture dan aksesories sesuai dengan tema ruangan serta image yang ingin ditampilkan. Misalnya gaya neo classic untuk menegaskan bahwa anda orangnya elegant dan senang akan detail. Hal ini penting apabila sewaktu-waktu rekan kerja atau client anda datang berkunjung kerumah, anda bisa menjual citra anda.

Hal yang penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah sumber cahaya. Kegiatan baca tulis membutuhkan pencahayaan maksimal. Pilih sudut meja kerja anda didekat jendela agar dapat memaksimal cahaya alami disiang hari. Untuk sumber cahaya listrik gunakan table lamp agar cahaya lebih focus dan tidak menyilaukan ruangan. peralatan kerja yang membutuhkan arus listrik dan line cable seperti printer, line telephone, internet dll sebaiknya diletakkan pada sisi yang paling dekat dengan sumber arus agar meja tetap terlihat rapi dan kabel tidak malang melintang dibawah meja.
Untuk mempertegas sudut meja kerja anda pertegas salah satu bidang dinding sudut ruangan dengan warna yang lebih tua dari sekitarnya atau memajang lukisan dan frame foto yanga akan mejadi latar meja kerja anda. Alternative lain adalah membuat 'batas teritory' dilantai dengan memasang karpet atau membedakan material lantai sehingga sudut meja kerja anda lebih terasa meruang. selamat berkreasi!Selasa, 04 Oktober 2011
WALKING CLOSET

Hal itu disadari betul oleh kalangan ‘the have’ , sehingga rumah-rumah mewah danexclusivesekarang ini tidak ketinggalan menambahkan ruangan walking closet atau wardrobe roomdalam daftar kebutuhan ruangnya. Ruang ini khusus untuk mendisplaykoleksi pakaian dan aksesories saja sehingga tersusun rapi dan artistik seperti halnya counterbutik.
Walking closet seperti namanya, terdapat pada ruang yang menghubungkan kamar mandi dengan kamar tidur. Diharapkan setelah selesai melakukan ritual mandi, anda akan langsung masuk kesuatu ruangan dimana anda bisa memilih dengan leluasa koleksi pakaian dikenakan.

- Rencanakan ruang yang bersebelahan dengan kamarmandi dan kamar tidur, yang dapat menampung display cabinet dan space untuk dress-up (ruang untuk berpakaian).
- Gunakan cabinet pakaian ‘customizedbuild in’ sehingga ukuran dan skaladisplay cabinetcocok dengan ruangan. Cabinet terdiri dari susunan rak, gantungan pakaian, dan susunan laci.
- Gunakan Lampu-lampu downligt tanam pada ceiling dan cabinet yang akan mengekspos koleksi pakaian dan aksesories dengan tidak meyilaukan pandangan.
- Kelompokkan pakaian dan aksesories menurut jenis nya,contohnya letakkan kemeja dan jas digantungan, koleksi kaos yang dilipat di rak serta kaos kaki, saputangan dan aksesorieslainnya pada laci.
- Pengelompokan pakaian dapat juga di tata berdasarkan warna. Misalnya koleksi pakaian putih tersusun rapi dalam satu frame display dan koleksi pakaian hitam pada frame display lainnya.
- Letakkan barang-barang yang sifatnya privasi pada laci, seperti koleksi perhiasan dan pakaian dalam.
- Jangan lupa ‘less is more’ , sisihkan koleksi pakaian yang sudah tidak anda sukai dan hampir tidak pernah digunakan dari display cabinet, makin sedikit koleksi anda maka akan terlihat lebih rapi dan exclusive.
- Ruang ‘Walking Closet’ yang sempit gunakan palet warna-warna terang dan lembut agar terkesan lebih luas.

Jumat, 30 September 2011
OPEN KITCHEN

Pernahkah anda membayangkan menerima tamu sambil mengobrol hangat di dapur? Atau si Ibu sambil memasak tetap bisa mengontrol anak bermain dan menonton TV dari dapur? Adalah hal yang lumrah dan biasa bahkan menjadi trend untuk saat ini menyatukan ruang dapur dengan ruang keluarga tanpa sekat.
Dapur yang terhubung langsung dengan ruang-ruang lainnya menjadikan rumah anda terkesan lapang dan leluasa. Konsep Open Kitchen ini juga diyakini menjadikan rumah anda menjadi ‘hangat’, interaksi antar anggota keluarga akan menjadi lebih intens dan terbuka. Si Ibu dapat memberikan edukasi kepada si anak tentang proses dan tahapan memasak, anak dan semua anggota keluarga akan lebih menghargai hasil masakan dari dapur karena mereka melihat prosesnya, bukan tidak mungkin keluarga dapat memasak bersama pada saat weekend. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan Open Kitchen dirumah anda.
Kontinuitas Desain
Pastikan dapur dan ruang sekitarnya mempunyai unsur benang merah desain, agar tercapai kontinuitas visual. Misalnya ruang keluarga yang menyatu dengan dapur memakai material lantai parket yang sama sehingga terlihat tidak ada batas antara ruang keluarga dengan dapur, demikian juga dengan warna dinding diruang keluarga diteruskan ke dapur. Warna dan jenis material furniture diruang tamu juga dapat diteruskan ke kitchen set didapur sehingga terlihat padu dan ‘chik’.
Sirkulasi udara & CahayaUntuk menjadikan dapur anda sehat, diperlukan sirkulasi udara dan sumber cahaya yang memadai. Jendela dan ventilasi didapur merupakan solusi paling tepat untuk sumber sirkulasi uadara dan cahaya. Sirkulasi yang baik akan mencegah bau dapur menyebar ke seluruh ruangan serta cahaya sinar matahari menjadikan ruangan tidak lembab, mencegah jamur dan bakteri bersarang didapur.

Kebersihan & Kerapian
Kebersihan dapur adalah hal yang mutlak jika anda menginginkan open kitchen dirumah, karena ruang ‘service’ ini terexpose langsung dari ruang disekitarnya . Pastikan setiap kali memasak untuk langsung membersihkannya, bila perlu memakai cairan desinfektan buat mematikan kuman. Pastikan perkakas memasak dan makan tersimpan rapi pada kitchen set. Pilih kitchen set dari material yang sifat ‘porositas’nya paling rendah seperti bahan HPL dan Acrylic agar mudah dibersihkan. Hindari susut-sudut berongga dan tajam seperti area dibawah kompor tanam dan pertemuan sudut-sudut meja dapur dengan dinding, usahakan agar sambungannya melengkung agar mudah dibersihkan.
Selasa, 27 September 2011
Kamar Mandi Sehat & Bergaya

Kamar mandi adalah salah satu ruang yang paling fungsional dirumah. Sebelum dan sesudah beraktivitas seharian selalu dimulai dan di akhiri di kamar mandi. Kamar mandi ibarat jantungnya rumah yang memastikan aktifitas biologis, kebutuhan dasar tubuh manusia, berjalan nyaman dan sehat.
Namun seringkali kamar mandi luput dari penataan, padahal kamar mandi dapat juga dijadikan ‘oase’, tempat melepas penat dan rilex setelah seharian bekerja.
Ada dua kriteria yang harus dipenuhi untuk menciptakan kamar mandi yang nyaman , yaitu kesehatan dan desain interior.
Kamar mandi sehat
Kamar mandi sehat harus memperhatikan aspek sanitasi, pastikan grey water, air bekas pakai bilasan sabun, mengalir ke saluran yang telah direncanakan, tidak ada genangan air dilantai. Demikian juga dengan Black waste water atau air limbah closet, pastikan mengalir ke septictank tanpa bocor, dan menyedotnya minimal sekali dalam 3 – 4 tahun, agar tidak tejadi pencemaran bakteri e-coly pada tanah.
Hindari udara lembab dikamar mandi dengan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk kedalam kamar mandi. Udara yang lembab membuat jamur dan lumut berkembang biak dikamar mandi.

Interior Kamar Mandi
Trend kamar mandi sekarang ini, tidak ubahnya kamar tidur mempunyai ukuran dan bukaan jendela yang besar. Keleluasaan ruang dan view keluar menjadikan kamar mandi nyaman laiknya di sebuah resort yang mewah.
Dalam pengorganisasian ruang pisahkan area basah dan area kering. Gunakan shower box atau tirai pembatas untuk menghindari percikan air dari area basah, shower room. Tempatkan sanitary lain seperti closet, bath up dan meja wastafel pada area kering. Pastikan lay out sanitary mudah dijangkau dan tidak menghambat sirkulasi gerakan dalam kamar mandi. Apabila kamar mandi anda mempunyai jendela dan view yang bagus, tempatkan bath up dipinggir jendela agar anda bisa berendam sambil menikmati pemandangan keluar, anda bisa menambahkan vertical blind di jendela apabila privasi terganggu.

Apabila kamar mandi anda relatif sempit gunakan cat warna putih, kuning gading dan warna-warna ringan dan terang lainnya agar terkesan lapang. Untuk lantai, pada area basah sudah barang tentu menggunakan material keramik, marmer atau granit namun untuk area kering anda dapat bereksperimen dengan lantai parkit. Selamat mencoba...
Selasa, 13 September 2011
Retro Style

Bosan dengan gaya modern dan minimalist yang dingin? Anda dapat mengubah atau menambah aksen interior ruang favorite anda dengan gaya Retro. Gaya Retro adalah pengulangan gaya-gaya yang pernah menjadi trend pada masa lalu, biasanya merujuk pada tahun 1950 – 1970an. Gaya interior pada rentang waktu itu sangat khas dan attractive.
Retro style in acton ;
Furniture, furniture pada zaman itu mempunyai garis – garis futuristic, sebut saja egg chair yang terkenal itu yang sampai sekarang masih menjadi ikon. Furniture yang memakai material kayu juga tidak luput dari garis garis lengkung dan kaki-kaki bulat dan menyilang .

Dinding, Dinding juga tidak luput dari perhatian di era 1950-1970an, motif floral, organic dan geometris menjadi trend pada masa itu dengan wara-warna natural dan cerah.
Lantai, Lantai parket dengan warna coklat muda menjadi trend pada masa itu. Karpet bulu dan karpet motif garis dan abstrak dengan warna-warna cerah seperti merah, orange, coklat dan kuning juga menjadi trend pada masa itu.
Lampu, Lampu pada era ini juga kerap dijadkan vocal point, seperti standing lamp dengan tiang melengkung menjadi ikon.
Perkakas rumah tangga dan elektronik pada era ini juga banyak diburu para kolektor sekarang, karena nilai estetis dan harganya yang makin melonjak, seperti televisi,radio, kipas angin hingga poster-poster iklan pada era itu.

Weekend adalah hari yang mengasyikkan dengan seluruh anggota keluarga untuk menata ulang interior rumah agar lebih fresh dan fun jangan ragu untuk memadu madankan furniture dan perkakas peninggalan dari orangtua dan nenek dengan furniture minimalist anda...biarkan fantasi anda terbang ke era 1950-1970an….
(seperti yang telah diterbitkan di tabloid 'hunianku', author : Syahbuddin Pulungan, ST)




