Tampilkan postingan dengan label living room. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label living room. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Greenwall



Green wall atau dinding hijau sekarang ini telah menjadi trend sebagai elemen arsitektural untuk eksterior bahkan untuk interior. Seiring dengan perkembangan isu pemanasan global, gerakan penghijauan semakin gencar disosialisasikan. Gedung dan rumah yang memiliki KDB (Koefisien Dasar Bangunan) hampir 100% menutupi lahahan disarankan untuk menyiasastinya dengan membuat roof top garden (taman diatap bangunan) dan green wall agar kontribusi lahan terhadap penghijauan tidak sampai hilang.

Jenis tanaman yang dapat dijadikan green wall adalah tanaman merambat. Untuk eksterior, tanaman merambat ini sangat efisien menutupi bidang dinding. Daunnya yang rapat dapat menutupi pori-pori dinding sehingga panas matahari yang mengenai dinding dapat diredam. Menurut penelitian di Jepang keberadaan rooftop garden dan green wall ini dapat menurunkan suhu lokal sampai 2 derajat celcius!
Green wall menjadi sangat menarik dalam interior karena dapat meredam ‘keras’nya ruangan sehingga terasa sejuk dan alami serta menyegarkan pandangan.




Berikut ini tips Membuat Green Wall untuk interior :

Syarat mutlak, Pastikan ruangan yang digunakan mempunyai sirkulasi udara yang lancar dari dan keluar ruangan.

Pilih bidang dinding yang akan di jadikan Green wall, buat pattern tempat tumbuhan merambat dari jalinan kawat, besi atau kayu.

Buat pot tanaman dibawah dinding sebagai media tanam tumbuhan, isi tanah yang mengandung kadar air dan hara yang cukup. Tingkat keasaman tanah yang cocok adalah PH 7

Media tanam dapat juga dibuat dalam polyback, kumpulan polyback dengan tanaman disusun dalam pattern sehingga daunnya menutupi semua bagian dinding. Untuk media tanam jenis ini tidak harus menggunakan tanaman merambat.

Contoh tanaman merambat anatara lain seperti Dollar plant, Sirih (Piper Helix), Ivy (Hedera Helix) dan lain-lain. Tanam dengan jarak 20 cm untuk yang berdaun kecil dan jarak 50 cm untuk yang berdaun lebar.

Beripupuk kandang serta siram sekali sehari.

Beri penerangan lampu downlight untuk mengekspose tekstur daun

selamat mencoba..!

(seperti yang telah dimuat ditabloid hunianku, edisi desember)

Selasa, 13 September 2011

Ruang Televisi

Kebanyakan ruang keluarga di Indonesia adalah juga ruang televisi. Ruang Televisi telah menjadi pusat kegiatan keluarga ditiap rumah. Di ruang itu anggota keluarga berkumpul dan duduk untuk berkomunikasi dan melihat tontonan televisi secara bersama-sama.

Sebagai ruang favorit keluarga, ada baiknya memperhatikan penataannya agar terasa nyaman, fungsional dan ‘chik’. Hal –hal yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang TV ini adalah ;

Layout

Susunan meja / bench TV, kursi dan furniture pendukung lainnya harus disesuaikan dengan dengan bentuk dan sirkulasi ruangan. Misalnya meletakkan televisi di dinding masive Agar tidak silau pada saat menonton serta menjadikannya focus perhatian. Ruang TV juga jangan di lalui oleh jalur sirkulasi ruangan agar tidak diganggu oleh lalu lalang penghuni saat menonton.

Meja / Cabinet TV

Jadikan meja / bench ini menjadi focus dan vocal point diruang. Letakkan televisi di tengah meja / bench dan tambahkan aksesories lain disamping meja seperti standing lamp atau vas bunga. Pilih meja yg fungsional yang dapat meletakkan peralatan elektronik televisi dan audio, serta dapat menyimpan media lain seperti buku, koran dll.

Pilihan lain, sedang menjadi trend menutup salah satu bidang dinding televisi dengan cabinet penyimpanan. Ruangan akan terlihat ‘compact’ dan clean karena semua tersimpan rapi di cabinet.

Sofa

Sofa ukuran besar untuk keluarga cocok diletakkan didepan TV, memanjang atau membentuk ‘ L shape’ yang dapat menampung seluruh keluarga. Apabila ukuran ruangan tidak memadai cukup letakkan 1 sofa kecil memanjang dan hamparkan karpet dan bantal didepannya.

Tips menjadikan penataan ruangan anda menarik adalah, adanya kontinuitas dari berbagai elemen pendukung interior baik dari material furniture sampai dengan pemilihan warna. Apabila anda tidak ‘berani’ memadu madankan warna, cukup dengan permainan gradasi warna dari terang ke gelap, misalnya dari warna beige, coklat muda sampai ke coklat tua. Selamat mencoba !.

(seperti yang telah dimuat di tabloid 'Hunianku' author : Syahbuddin Pulungan, ST)