Selasa, 13 September 2011

Daybed Sofa

Day bed sofa atau dalam istilah familiarnya amben, sekarang ini banyak menjadi pilihanfurniture untuk diletakkan di area-area santai tempat berkumpulnya anggota keluarga. Fungsi gandanya menjadikan furniture ini sangat nyaman untuk duduk maupun untuk tidurandiatasnya.

Sudut rumah anda akan marak dengan hadirnya daybed sofa, karena anak-anak dapat dengan nyamannya bercengkerama diatasnya. Daybed sofa ini biasanya diletakkan diruang keluarga dan diteras /beranda rumah.

Menata Daybed Sofa

Ada banyak model daybed yang dapat kita sesuaikan dengan tema style ruangan kita. Ada yang bergaris modern classic, minimalist, hingga antik ancient.

Daybed sofa diruang keluarga dapat menjadi focal point pada ruangan jika dipadankan dengan sofa standar lainnya dengan menambahkan elemen aksesories disekitarnya.



Aksesories yang dapat ‘mempercantik’ sudut daybed sofa anda adalah ; frame lukisan,foto atau gantungkan kain tenun etnic sebagai latar daybed sofa, standing lamp atau vas besar disamping sofa, serta karpet/ambal didepannya. Dan jangan lupa jejeran bantal-bantal diatasnya juga akan menambah semarak dan hangatnya ruangan.


Daybed sofa yang diletakkan diteras, penataannya cukup dengan mencari sudut yang pas untuk meletakkannya hingga saat berbaring di atasnya akan terlihat view ruang luar yang bagus.

(seperti yang telah diterbitkan di tabloid 'Hunianku' , author : Syahbuddin Pulungan, ST)

Foyer


Foyer menurut kamus adalah serambi,lobi, ruang masuk, tempat menunggu. Foyer dalam perkembangannya mengalami penyempitan makna menjadi ruang transisi atau ruang penghubung antar ruang lainnya.

Foyer akan sangat menarik apabila ditata dengan baik karena akan mengisi ruang-ruang transisi yang biasanya tidak terlalu diperhatikan. Penataan foyer dapat diterapkan pada ; Ruang transisi antara pintu masuk dengan ruang tamu / ruang keluarga, Ruang transisi antara ruang keluarga dengan dapur 3. Ruang transisi menuju tangga ke lantai 2, dll.

Element Foyer

Elemen interior yang sering dipakai untuk penataan foyer ; meja console/credenza, cermin, kursi, lukisan/foto keluarga, standing lamp/aesthetic lamp, artwork dan aksesoris meja seperti vas bunga, koleksi wadah keramik, kristal dll. Console/credenza biasanya dijadikan titik awal mendesain foyer.

Menata Foyer

Penataan foyer dapat terapkan berdasarkan penempatan/letak dan berdasarkan thema. Penataan foyer berdasarkan penempatannya ; Entry foyer , foyer ini sesuai dengan namanya terletak didekat pintu masuk/entrance, elemen interiornya bisa ditata fungsional dengan meletakkan tempat gantungan topi, jaket, payung, kotak sepatu dan aksesories lain yang sering dipakai keluar sebagai pelengkap rumah diatas console . Foyer dalam, contohnya adalah foyer yang menghubungkan ruang tamu dengan ruang keluarga. Elemen interior yang sering digunakan dalam penataannya adalah credenza dan aksesories, cermin dan kursi. Credenza menjadi object utama pada penataannya dengan meletakkan vas bunga dan cermin diatasnya. foyer ini dapat ditata dengan maksimal apabila menyisakan ruang yang lapang. Foyer khusus, contoh foyer ini adalah foyer tangga. Foyer ini berada pada transisi menuju tangga, ditata lebih simple dari foyer dalam karena terkait dengan aksesibilitas, penataannya jangan sampai mengganggu akses menuju tangga. Foyer khusus harus disesuaikan dengan fungsi utamanya sehingga tidak menggangu keberadaannya.

Foyer dengan Tema. Foyer juga dapat ditata sesuai dengan tema yang di inginkan seperti tema hari – hari besar keagamaan, tema yang disesuaikan dengan pesta yang sedang diadakan seperti pesta valentine, Halloween dll. Kunci mendekorasi foyer ini terletak padapeletakanaksesories ciri khas thema yang di ‘tempelkan’ pada elemen-elemen interior foyer.

Contohnya foyer dengan tema pesta Halloween, hiasan yang biasanya identik dengan halloween seperti labu, daun-daun kering yang berguguran serta warna-warna gelap diterapkan pada penataan aksesories diatas credenza/console.


(seperti yang telah diterbitkan di tabloid 'Hunianku' author : Syahbuddin Pulungan, ST)

Library Corner


Pernahkah anda merencanakan ruang perpustakaan di rumah anda? Hampir bisa dipastikan perpustakaan dalam daftar kebutuhan ruang jarang terencana sejak saat awal pembangunan rumah. Selain karena faktor luasan rumah yang terbatas juga karena minat baca dalam keluarga semakin berkurang, jauh tertinggal dari gempuran program acara televisi.

Rumah yang tidak dapat menyediakan satu ruangan khusus untuk perpustakaan sebenarnya bisa menyiasatinya dengan menyatukannya dengan fungsi ruang lainnya. Ruang perpustakaan dapat hadir di ruang keluarga, ruang makan atau ruang tamu.

Ada dua item penting dalam perencanaan ruang perpustakaan ini yaitu space untuk mendiplay buku dan tempat membaca. Salah satu bidang dinding ruangan dapat dijadikan space untuk mendisplay buku. Desain rak-rak buku dapat menjadi covering wall yang menarik apabila didesain unik dan menyatu dengan tema ruangan. Sedangkan pemilihan ruangan eksisting sebagai tempat membaca harus mempertimbangkan faktor pencahayaan, baik pencahayaan alami ataupun buatan (lampu).

Susunan rak buku dapat menjadi vocal point yang menarik dalam suatu rungan. Rak yang didesain penuh menutupi salah satu bidang dinding, dapat menjadi pengganti wall paper. Keberadaan Rak buku juga dapat mempertegas tema ruangan yang ingin ditampilkan dengan cara pengulangan warna dan material furniture dan ruang disekitarnya. Misalnya lantai parket pada lantai akan sangat cozy apabila rak bukunya juga mengekspos material berfinishing kayu sebagai raknya. Cara menyusun buku dan sampul buku yang berwarna warni dirak juga dapat menjadi aksen yang menarik.

Jika anda ingin menghadirkan vocal point yang attaractive pilih desain rak buku yang tidak konvensional, misalnya desain rak diagonal, kombinasi garis lurus dan diagonal dll. Desain rak dapat di explore dari bentuk-bentuk geometris selama tidak menghilangkan fungsi utamanya.

Gemar membaca dapat ditanamkan sedini mungkin dan dapat dimulai dari keluarga. Buku adalah jendela dunia, sumber ilmu dan rujukan. Jadikan rumah anda menjadi lebih hangat dengan menghadirkan library corner disalah satu ruangan pavorit keluarga. Pilih koleksi buku yang bermutu buat keluarga dan dampingi buah hati anda memetik himah dari buku yang dibaca. Selamat mencoba.

(seperti yang dimuat di tabloid 'Hunianku', author : Syahbuddin Pulungan, ST)

Mini Bar


Mini bar kini banyak terdapat pada rumah hunian di Indonesia, diakui sebenarnya fasilitas mini bar bukanlah tradisi dari organisasi ruang rumah hunian di Indonesia. Mini bar diadopsi dari negara-negara ‘western’ yang menyediakan fasilitas ini sebagai tempat minum dan menyajikan wine pada saat musim dingin untuk menghangatkan badan.

Penempatan Mini bar

Mini bar saat ini banyak difungsikan untuk tempat sarapan, minum kopi, menjamu tamu informal bahkan menjadi ruang makan sehari-hari untuk hunian dengan ruang terbatas seperti apartemen dan rumah mungil. Mini bar biasanya ditempatkan tidak jauh dari dapur atau pantry, sebagai sumber makanan atau minuman yang akan disajikan. Mini bar dapat di tempatkan satu ruangan dengan pantry, bersebelahan dengan ruang makan atau dengan ruang keluarga.



Menata Mini bar

Elemen interior untuk membuat Mini bar ini adalah ; meja, kursi berkaki panjang/stool dan lampu downlight diatas meja, untuk mendapatkan kesan dramatis,hangat dan focus pada spotarea Meja Bar. Penataan interior area ini harus disesuaikan dengan letaknya dan gaya interior disekelilingnya. Minibar yang menyatu dengan dapur atau pantry tentunya akan mempunyai gaya interior yang sama, demikian juga dengan pemilihan material meja dan stoolnya juga harus disesuaikan dengan material yang sudah ada. Misalnya meja dapur dan Meja Bar terbuat dari material marmer atau granit yang sama.

Mini bar yang bersebelahan dengan ruang lainnya seperti ruang makan dan ruang keluarga juga harus mempertimbangkan style ruangan secara keseluruhan. Misalnya Ruang keluarga yang hangat memakai lantai kayu parket, dapat diteruskan ke pemilihan material meja bar dari warna kayu yang senada melalui finishing HPL atau multiples finishing melamine. Selamat menjamu tamu istemewa anda di your own privat bar....

(seperti yang telah diterbitkan di Tabloid 'Hunianku', author : Syahbuddin Pulungan, ST)

Industrial Style


Revolusi Industri yang dimulai pada tahun 1789 di Perancis adalah tonggak sejarah penting dalam sejarah peradaban manusia. Pabrik-pabrik berdiri dengan kokoh mengandalkan mesin sebagai tenaga produksi utama menggantikan manusia. Era dimulainya industrialisasi yang mengubah pandangan dan gaya hidup manusia pada saat itu.

Seperti biasa setiap masa selalu meninggalkan jejak pada kebudayaannya, demikian pula pada era ini. Elemen-elemen interior dan perangkat rumah tangga mengalami perubahan besar dari segi desain maupun cara produksi. Produk furniture dan peralatan rumah tangga mulai diproduksi massal menggunakan tenaga mesin dengan hasil yang lebih presisi dan garis yang lebih simple.

Pada saat ini banyak penataan interior yang ingin bernostalgia kembali pada masa kejayaan itu, hal itu tidak lepas dari kekhasan desain dan suasana yang diciptakannya. Spirit yang dirasakan pada style ini terasa berenergi yang dibangun dari etos kerja dan inovasi.

Furniture & Aksesori

Material besi , baja, aluminium dan unsur logam lainnya menjadi trend untuk di explore sebagai material utama pada era itu. Kursi, meja dan lemari banyak menggunakan besi untuk konstruksi utamanya yang di padankan dengan kayu sebagai panel sheet nya. Garis desain simple dengan pola form follow fungtion , Warna – warna yang digunakan juga warna-warna natural materialnya.

Aksesoris ruangan seperti lampu gantung, standing lamp juga mengutamakan fungsinya. Sarang lampu yang berfungsi untuk memfocuskan cahaya lampu malah menjadi aksen yang khas, tanpa perlu ornamen tambahan lain.

Interior

Untuk mendapatkan atmosfer di sebuah pabrik, finishing lantai dibuat senatural mungkin laiknya lantai kerja. Finishing acian semen(floor hardener) atau lantai bilah papan yang dibiarkan unfinished dapat menghadirkan kesan seperti didalam pabrik.

Pilihan warna dinding banyak menggunaka palet warna gelap, seperti abu-abu, palet warna-warna tanah bahkan warna hitam. Material dinding plesteran halus tanpa dicat atau dinding bata tanpa plester juga bisa menjadi pilihan. Layangkan imajinasi anda di sebuah pabrik atau gudang dengan dinding yang kusam dan berabu.

Plafond dibiarkan unfinished tanpa menggunakan ceiling atau plafond. Konstruksi lantai diatasnya atau konstruksi penutup atap sebaliknya dibiarkan expose. Instalasi listrik dan plumbing yang ada di plafond dibiarkan menjadi bagian dari nilai estetis sebuah ruangan, bahkan dapat dijadikan aksen ruangan dengan mencat panel dan pipa plumbing tersebut dengan warna-warna dasar yang cerah seperti warna merah dan kuning.


Kesuksesan penataan ruangan ini adalah bagaimana menerbangkan imajinasi anda kesebuah pabrik atau gudang sehingga sprit industrial yang kental dengan etos kerja, ketekunan dan innovasi terasa hadir di ruangan yang anda tata.

(seperti yang dimuat di tabloid 'Huniaku', author : Syahbuddin Pulungan, ST)

Rustic Style


Rustic menurut kamus adalah pedusunan, kasar,kedusun-dusunan. Rustic style berarti gaya arsitektural / interior yang diciptakan sehingga kita merasa berada di pedusunan, natural dan hangat serta jauh dari produk pabrikasi.

Munculnya trend gaya rustic ini dilatar belakangi kerinduan akan hal-hal yang bersifat natural,hangat dan bersahajanya kesederhanaan ditengah ritme hidup modern artificial.

Ciri dari desain ini adalah penggunaan material yang tidak di finishing yang membuatnya halus atau tertutup porinya dengan warna. Sebaliknya finishingnya dibiarkan sealami mungkin dan kasar seperti sifat alaminya.


Aplikasi rustic style ini pada ruang, paling mudah di aplikasikan pada bidang dinding. Alternatif finishing untuk mendapatkan kesan rustic antara lain; plesteran dinding tanpa diaci(dibiarkan Plesteran kasar), dinding batubata expose, dinding dengan finishing batu alam, dan dinding kayu tanpa dicat.

Pada lantai, material keramik tanpa glazur, lantai finishing acian atau lantai kayu bilah papan dapat menjadi pilihan.


Untuk furniture, material kayu tanpa finishing cat dan desain yang sederhana menjadi ciri gaya ini. Furniture lama dan antik sangat mudah untuk dipadankan dengan gaya rustic ini, karena nilai spirit kembali ke pedusunannya, tidak bisa lepas dari pengaruh budaya.

Tentunya menyenangkan menata rumah dengan bernostalgia ke zaman dimana semuanya masih sederhana, ‘lugu’ dan natural yang dapat menciptakan kesan hangat dan rileks dirumah anda. Selamat mencoba!.

(seperti yang telah diterbitkan di tabloid 'Hunianku', author : Syahbuddin Pulungan, ST)

Minggu, 24 April 2011

Simplicity n stylist bed frame

New ..! @ Yara home furnishings..... "Simplicity n stylist bed frame" ...make ur dreams come true..
u can order it now..!
call : 0813 6080 8177
email :syahbuddin_pulungan@yahoo.co.id

workshop
Jl. Stasiun No. 9G Desa Suka Makmur
Delitua (Perbatasan Medan Johor dengan Delitua - Lurusan Jl. Brigjend Zein Hamid)

Kamis, 14 April 2011

Mirror Frame - Interior accessories




















Yara Home Furnishing menawarkan frame dengan gaya Ancient style, dengan garis Modern Classic.

Mirror frame ini cocok diletakkan di belakang sofa diruang tamu dan ruang keluarga, serta dapat diletakkan diatas credenza / console.

Senin, 11 April 2011

New TV Cabinet

YARA Home Furnishings
www.rumahtaman.blogspot.com
email : syahbuddin_pulungan@yahoo.co.id


Kamis, 24 Maret 2011

Great Sale YARA Home Furnishing..!!!

YARA Home Furnishing menawarkan discount besar..!! Cuci Gudang menghabiskan koleksi desain lama...bagi yang berminat hub. 081360808177 a/n: syahbuddin pulungan pada jam kerja 8.00 - 17.00, atau pesan email di : s.pulungan@gmail.com, workshop di Jl, Stasiun No. 9G Delitua Kp. 20355