Tampilkan postingan dengan label rumah minimalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah minimalis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

Mini Bar


Mini bar kini banyak terdapat pada rumah hunian di Indonesia, diakui sebenarnya fasilitas mini bar bukanlah tradisi dari organisasi ruang rumah hunian di Indonesia. Mini bar diadopsi dari negara-negara ‘western’ yang menyediakan fasilitas ini sebagai tempat minum dan menyajikan wine pada saat musim dingin untuk menghangatkan badan.

Penempatan Mini bar

Mini bar saat ini banyak difungsikan untuk tempat sarapan, minum kopi, menjamu tamu informal bahkan menjadi ruang makan sehari-hari untuk hunian dengan ruang terbatas seperti apartemen dan rumah mungil. Mini bar biasanya ditempatkan tidak jauh dari dapur atau pantry, sebagai sumber makanan atau minuman yang akan disajikan. Mini bar dapat di tempatkan satu ruangan dengan pantry, bersebelahan dengan ruang makan atau dengan ruang keluarga.



Menata Mini bar

Elemen interior untuk membuat Mini bar ini adalah ; meja, kursi berkaki panjang/stool dan lampu downlight diatas meja, untuk mendapatkan kesan dramatis,hangat dan focus pada spotarea Meja Bar. Penataan interior area ini harus disesuaikan dengan letaknya dan gaya interior disekelilingnya. Minibar yang menyatu dengan dapur atau pantry tentunya akan mempunyai gaya interior yang sama, demikian juga dengan pemilihan material meja dan stoolnya juga harus disesuaikan dengan material yang sudah ada. Misalnya meja dapur dan Meja Bar terbuat dari material marmer atau granit yang sama.

Mini bar yang bersebelahan dengan ruang lainnya seperti ruang makan dan ruang keluarga juga harus mempertimbangkan style ruangan secara keseluruhan. Misalnya Ruang keluarga yang hangat memakai lantai kayu parket, dapat diteruskan ke pemilihan material meja bar dari warna kayu yang senada melalui finishing HPL atau multiples finishing melamine. Selamat menjamu tamu istemewa anda di your own privat bar....

(seperti yang telah diterbitkan di Tabloid 'Hunianku', author : Syahbuddin Pulungan, ST)

Jumat, 01 Mei 2009

RUMAH MINIMALIS


Dipenghujung tahun 1990a muncul tren rumah baru di Indonesia, Rumah berlanggam/gaya mininalist. Gaya minimalis sebenarnya adalah bagian dari arsitektur modern yang dipelopori oleh langgam International style, gerakan architect awal abad ke 20 (tahun: 1920an) yang dipelopori oleh Walter gropius, ada 3 prinsip dasar arsitekur modern : the expression of volume rather than mass, balance rather than preconceived symmetry and the expulsion of applied ornament ( Henry-Russell Hitchcock and Philip Johnson).

Gaya minimalis identik dengan meminimalisir semua elemen-elemen bangunan yang tidak fungsional dan me'reduce' se optimal mungkin hal-hal yang membuat suatu rumah/bangunan jadi tidak efisien. Efisien dalam hal penggunaan material, pengaturan ruang dan pemeliharaan, hal yang terakhir sering dilupakan.

Pada perkembangannya semangat-semangat / roh yang seharusnya dimiliki oleh rumah berlanggam arsitektur minimalis sering diabaikan. Para pengembang yang getol mengklaim memakai rancangan rumah minimalis sering terjebak pada fasade (tampak depan) rumah saja, itupun tidak benar-benar minimalis karena banyak sekali menggunakan ornamen ukiran horizontal memanjang pada dinding, yang pasti mahal (boros), tidak efisien membutuhkan waktu lama dan rumit serta tidak fungsional dalam pembuatannya. awalnya bermaksud bergaya minimalis, tapi kumpulan minimalis yang tidak komprehensif dan setengah-setengah tidak nyambung dan copot sana sini ide fasade pada desain menjadikannya maksimalist.

International style (ibu dari arstitektur modern menuju ke langgam minimalist) yang pada awalnya digagas di eropa, mentah-mentah di adopsi oleh kita yang notabene iklimnya yang berbeda, saya mulai mengamati rumah-rumah yang 'katanya' bergaya minimalist mulai jamuran dinding / fasadenya dikarenakan tidak mempunyai kanopi, yang membuat cost untuk perawatan tinggi, minimal mencatnya sekali setahun belum lagi akibat bocor, saya tidak bisa bayangkan betapa tingginya perawatan rumah ''minimalist'' yang salah tempat itu. belum lagi efek yang panas yang ditimbulkannya dalam ruangan, dinding bersentuhan langsung dengan sinar matahari, yang mengakibatkan meningkatnya permintaan AC yang akan bergesekan dengan isu global warming..hmm.....tragis memang.

Nenek moyang kita dengan naluri dan rasa yang terasah dari alam dan budayanya telah menciptakan rumah-rumah tropis yang ramah lingkungan dan nyaman ditempati. Kita memang tidak akan bisa lagi mengaplikasikan 100% rumah-rumah tradsional tersebut tapi kita bisa mengambil "roh" atau semangat bagaimana bersahabat dengan alam.